Postingan

Bangkit Dari Bangkrut

Gambar
Minggu malam itu, angin dari Sungai Meriak menyusup pelan melalui jendela suite utama di lantai dua. Cahaya lampu tidur kuning redup menerangi wajah Tari yang kesal. Dia mondar-mandir sambil memegang ponsel, sinyal WiFi hanya satu batang yang bolak-balik hilang. “Papi! WiFi apaan sih ini? Di apartemen Jakarta, streaming lancar jaya, kerja remote mulus. Sekarang? Kayak balik ke zaman batu!” keluh Tari sambil melempar ponsel ke kasur. Reza duduk di tepi tempat tidur, mata lelah tapi tegas. “Mami! Kita sudah nggak punya apa-apa lagi di Jakarta. Properti bangkrut, untung aja kita udah gak punya utang. Mobil sedan di parkiran itu juga cuma sisa-sisa penampilan. Warisan ini... satu-satunya harapan kita.” Tari menoleh tajam. “Harapan? Daripada susah di kampung begini, mending aku ikut anak-anak di Yogya! Mereka butuh Mami, bukan Papi-nya yang sibuk mimpi besar.” Reza menarik napas dalam. “Anak-anak masih kuliah. Justru di sini kita harus cari akal biar bisa kirim biaya mereka setiap bulan. Ka...

Rumah Panggung di Tepi Sungai Meriak

Gambar
Pagi di hari Minggu itu (hari ke-1), kabut tipis masih menyelimuti sungai Meriak (anak sungai Musi) yang riaknya tenang seolah menyimpan cerita lama dari hulu hingga muara. Di pinggir sungai yang hijau dan subur, berdirilah sebuah rumah panggung cukup besar, tiang dan lantainya berupa cor-coran kuat, sedang dinding masih memakai ornamen kayu unggulan dari Sumatera Selatan. Bentuk bangunan menyerupai "Museum Sultan Mahmud Badaruddin II", namun lebih kecil. Rumah ini berlokasi di kecamatan Muara Belida, KABUPATEN GELUMBANG , provinsi Sumatera Selatan. Ini adalah rumah warisan dari almarhum Haji Rahman bin Rohim. Rumah membelakangi sungai tersebut memiliki banyak panel surya di atap genteng-nya, menunjukkan kemandirian energi. Sebuah tower "water tank" besar berwarna jingga juga nampak di samping rumah, menggambarkan bahwa fasilitas air bersih di rumah itu terjamin, sekaligus mengingatkan akan water tank milik "Warner Bros". Sistem drainase yang baik, dimana ...

Warisan Sungai Meriak

Gambar
Sebuah rumah panggung besar berdiri di tepi Sungai Meriak, anak sungai dari Sungai Musi di Kabupaten Gelumbang, Sumatera Selatan. Rumah itu peninggalan almarhum Haji Rahman bin Rohim, seorang pengusaha karet yang sukses tapi hidup sederhana. Dinding kayu berornamen khas Palembang, atap penuh panel surya, dan pekarangan luas 10 hektar yang mandiri pangan—semuanya dirancang untuk hidup "off-grid" sesuai visi Haji. Tapi yang paling menarik bukan rumahnya, melainkan wasiat yang ditinggalkannya. Haji Rahman meninggal mendadak tepat saat renovasi rumah selesai. Tanpa anak kandung, ia menunjuk tiga orang yang tak saling kenal sebagai ahli waris:   - Reza Pratama, anak angkatnya dari Jakarta yang pernah bangkrut di bisnis properti. - Dimas Wijaya, ponakan jauh dari Palembang yang terbebani utang dan mimpi ritel.  - Hendra Kusuma, pemuda asal Bali yang sering keliling ASEAN, tanpa ikatan darah sama sekali dengan Haji Rahman. Syarat wasiatnya sederhana tapi berat: mereka bertiga ha...